AL HADITH
الحديث

Web Himpunan Hadith-hadith Sahih
Matan dan Terjemahan Bahasa Melayu
Oleh : Muhammad Khairi

 

 
BAB ANAK SOLEH
Bab berbuat baik dengan ibu berlainan agama
عَنْ اَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِى بَكْرٍ قَالَتْ قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّى وَهِىَ مُشْرِكَةٌ
فِى عَهْدِ قُرَيْشٍ اِذْ عَا هَدَ هُمْ فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلعم
يَا رَسُولَ اللهِ قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّى وَهِيَ رَاغِبَةٌ أَفَأَصِلُ أُمِّى
قَالَ نَعَمْ صِلِى أُمَّكِ
Dari Asma binti Abu Bakar r.a. katannya :
"Ibu saya datang kepada saya dan dia seorang musyrik diwaktu kaum Qureisy
mengadakan perjanjian damai dengan Nabi. Lalu saya meminta keputusan kepada Rasulullah s.a.w.
dan mengatakan : "Ya Rasulullah s.a.w. ! Ibu saya datang, dia ingin hendak bertemu dengan saya.
Bolehkah saya mengadakan hubungan dengan ibu saya?
Nabi s.a.w.  menjawab: "Ya Boleh! Hubungilah ibumu."
Hadis sahih riwayat Muslim
 
Bab bersedekah untuk ibu yang meninggal
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَجُلا أَتَى النَّبِى صلعم فَقَالَ يَارَسُولَ اللهِ
اِنَّ أُمِّى افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَلَمْ تُوصِ وَاَظُنُّهَا لَوْ تَلَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ
اَفَلَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ
Dari Aisyah r.a. (menceritakan)
"Bahawa ada seorang lelaki menemui Nabi .s.a.w. dan menanyakan : "Ya Rasulullah!
Sesungguhnya ibu saya meninggal dengan tiba-tiba dan dia tiada berwasiat.
Saya menduga kalau dia bisa berbicara tentu dia akan bersedekah.
Apakah dia akan memperoleh pahala, kalau saya menggantikannya?"
Nabi menjawab : "Ya (memperolehi pahala)".
Hadis sahih riwayat Muslim
 
 
Bab 'amal selepas mati
عَنْ أَبِى هُرَيْرَة َ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
 اِذَا مَاتَ الانْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ
 اِلا مِنْ ثَلاثَةٍ اِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ
أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ
Dari Abu Hurairah r.a. katanya :
Bersabda Rasulullah s.a.w. :
"Apabila seseorang telah meninggal dunia putuslah segala amalannya
kecuali tiga, sedekah jariah,
atau ilmu yang dimanfaatkan atau anak soleh yang mendoakannya
Hadis sahih riwayat Muslim
 
Bab Allah haramkan durkaha kepada kedua ibu bapa
عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ وَمَنْعًا وَهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ
وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

رواه بخاري
Dari Al Mughirah bin Syu'bah dari Nabi s.a.w.
beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua,
tidak suka memberi namun suka meminta-minta dan mengubur anak perempuan hidup-hidup.
Dan membenci atas kalian tiga perkara, yaitu; suka desas-desus,
banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta."  
Riwayat Bukhari
 
Bab Allah haramkan durkaha kepada kedua ibu bapa
عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ
وَمَنْعًا وَهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

رواه بخاري
Dari Al Mughirah bin Syu'bah dari Nabi s.a.w.
beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua,
tidak suka memberi namun suka meminta-minta
dan mengubur anak perempuan hidup-hidup.
Dan membenci atas kalian tiga perkara, yaitu; suka desas-desus,
banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta."  
Riwayat Bukhari
 
Bab Kisah 3 lelaki soleh 

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ بَيْنَمَا ثَلَاثَةُ نَفَرٍ يَتَمَاشَوْنَ أَخَذَهُمْ الْمَطَرُ
فَمَالُوا إِلَى غَارٍ فِي الْجَبَلِ فَانْحَطَّتْ عَلَى فَمِ غَارِهِمْ صَخْرَةٌ مِنْ الْجَبَلِ فَأَطْبَقَتْ عَلَيْهِمْ
فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ انْظُرُوا أَعْمَالًا عَمِلْتُمُوهَا لِلَّهِ صَالِحَةً
فَادْعُوا اللَّهَ بِهَا لَعَلَّهُ يَفْرُجُهَا فَقَالَ أَحَدُهُمْ
اللَّهُمَّ إِنَّهُ كَانَ لِي وَالِدَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ وَلِي صِبْيَةٌ صِغَارٌ كُنْتُ أَرْعَى عَلَيْهِمْ
فَإِذَا رُحْتُ عَلَيْهِمْ فَحَلَبْتُ بَدَأْتُ بِوَالِدَيَّ أَسْقِيهِمَا قَبْلَ وَلَدِي وَإِنَّهُ نَاءَ بِيَ الشَّجَرُ
فَمَا أَتَيْتُ حَتَّى أَمْسَيْتُ فَوَجَدْتُهُمَا قَدْ نَامَا
فَحَلَبْتُ كَمَا كُنْتُ أَحْلُبُ فَجِئْتُ بِالْحِلَابِ
فَقُمْتُ عِنْدَ رُءُوسِهِمَا أَكْرَهُ أَنْ أُوقِظَهُمَا مِنْ نَوْمِهِمَا وَأَكْرَهُ أَنْ أَبْدَأَ بِالصِّبْيَةِ
قَبْلَهُمَا وَالصِّبْيَةُ يَتَضَاغَوْنَ عِنْدَ قَدَمَيَّ
فَلَمْ يَزَلْ ذَلِكَ دَأْبِي وَدَأْبَهُمْ حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ
أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ لَنَا
فُرْجَةً نَرَى مِنْهَا السَّمَاءَ فَفَرَجَ اللَّهُ لَهُمْ فُرْجَةً حَتَّى يَرَوْنَ مِنْهَا السَّمَاءَ
وَقَالَ الثَّانِي اللَّهُمَّ إِنَّهُ كَانَتْ لِي ابْنَةُ عَمٍّ أُحِبُّهَا كَأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرِّجَالُ النِّسَاءَ
فَطَلَبْتُ إِلَيْهَا نَفْسَهَا فَأَبَتْ حَتَّى آتِيَهَا بِمِائَةِ دِينَارٍ فَسَعَيْتُ
حَتَّى جَمَعْتُ مِائَةَ دِينَارٍ فَلَقِيتُهَا بِهَا
فَلَمَّا قَعَدْتُ بَيْنَ رِجْلَيْهَا قَالَتْ يَا عَبْدَ اللَّهِ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَفْتَحْ الْخَاتَمَ
فَقُمْتُ عَنْهَا اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي قَدْ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ
فَافْرُجْ لَنَا مِنْهَا فَفَرَجَ لَهُمْ فُرْجَةً وَقَالَ الْآخَرُ
اللَّهُمَّ إِنِّي كُنْتُ اسْتَأْجَرْتُ أَجِيرًا بِفَرَقِ أَرُزٍّ فَلَمَّا قَضَى عَمَلَهُ
قَالَ أَعْطِنِي حَقِّي فَعَرَضْتُ عَلَيْهِ حَقَّهُ فَتَرَكَهُ وَرَغِبَ عَنْهُ
فَلَمْ أَزَلْ أَزْرَعُهُ حَتَّى جَمَعْتُ مِنْهُ بَقَرًا وَرَاعِيَهَا فَجَاءَنِي
فَقَالَ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَظْلِمْنِي وَأَعْطِنِي حَقِّي
فَقُلْتُ اذْهَبْ إِلَى ذَلِكَ الْبَقَرِ وَرَاعِيهَا فَقَالَ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَهْزَأْ بِي
فَقُلْتُ إِنِّي لَا أَهْزَأُ بِكَ فَخُذْ ذَلِكَ الْبَقَرَ وَرَاعِيَهَا فَأَخَذَهُ فَانْطَلَقَ بِهَا
فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ مَا بَقِيَ فَفَرَجَ اللَّهُ عَنْهُمْ

رواه بخاري

 

Dari Ibnu Umar ra dari Rasulullah s.a.w. beliau bersabda: "Suatu ketika tiga orang laki-laki sedang berjalan,
tiba-tiba hujan turun hingga mereka berlindung ke dalam suatu gua yang terdapat di gunung.
Tanpa diduga sebelumnya, ada sebongkah batu besar jatuh menutup mulut gua
dan mengurung mereka di dalamnya. Kemudian salah seorang dari mereka berkata
kepada temannya yang lain; 'lngat-ingatlah amal shalih yang pernah kalian lakukan
hanya karena mengharap ridha Allah semata. Setelah itu, berdoa dan memohonlah pertolongan kepada Allah
dengan perantaraan amal shalih tersebut, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan kesulitan kalian.
Kemudian salah seorang dari mereka berkata;
'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usia.
Selain itu, saya juga mempunyai seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil.
Saya menghidupi mereka dengan menggembalakan ternak.
Apabila pulang dari menggembala, saya pun segera memerah susu dan saya dahulukan untuk kedua orang tua saya.
Lalu saya berikan air susu tersebut kepada kedua orang tua saya sebelum saya berikan kepada anak-anak saya.
Pada suatu ketika, tempat penggembalaan saya jauh, hingga saya baru pulang pada sore hari.
Ternyata saya dapati kedua orang tua saya sedang tertidur pulas.
Lalu, seperti biasa, saya segera memerah susu.
Saya berdiri di dekat keduanya karena tidak mau membangunkan dari tidur mereka. Akan tetapi,
saya juga tidak ingin memberikan air susu tersebut kepada anak-anak saya
sebelum diminum oleh kedua orang tua saya, meskipun mereka, anak-anak saya,
telah berkerumun di telapak kaki saya untuk meminta minum karena rasa lapar yang sangat.
Keadaan tersebut saya dan anak-anak saya jalankan dengan sepenuh hati hingga terbit fajar.
Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa saya melakukan perbuatan tersebut
hanya untuk mengharap ridla-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami hingga kami dapat melihat langit! '
Akhirnya Allah membuka celah lubang gua tersebut, hingga mereka dapat melihat langit.
Orang yang kedua dari mereka berdiri sambil berkata;
'Ya Allah, dulu saya mempunyai seorang sepupu perempuan (anak perempuan paman)
yang saya cintai sebagaimana cintanya kaum laki-laki yang menggebu-gebu
terhadap wanita. Pada suatu ketika saya pernah mengajaknya untuk berbuat mesum,
tetapi ia menolak hingga saya dapat memberinya uang seratus dinar.
Setelah bersusah payah mengumpulkan uang seratus dinar,
akhirnya saya pun mampu memberikan uang tersebut kepadanya.
Ketika saya berada diantara kedua pahanya (telah siap untuk menggaulinya),
tiba-tiba ia berkata; 'Hai hamba Allah, takutlah kepada Allah
dan janganlah kamu membuka cincin (menggauliku) kecuali setelah menjadi hakmu.'
Lalu saya bangkit dan meninggalkannya.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau pun tahu bahwa saya melakukan hal itu
hanya untuk mengharapkan ridhla-Mu.
Oleh karena itu, bukakanlah suatu celah lubang untuk kami! '
Akhirnya Allah membukakan sedikit celah lubang lagi untuk mereka bertiga.

Seorang lagi berdiri dan berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya pernah menyuruh
seseorang untuk mengerjakan sawah saya dengan cara bagi hasil.
Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun berkata; 'Berikanlah hak saya kepada saya! '
Namun saya tidak dapat memberikan kepadanya haknya tersebut hingga ia merasa sangat jengkel.
Setelah itu, saya pun menanami sawah saya sendiri hingga hasilnya
dapat saya kumpulkan untuk membeli beberapa ekor sapi dan menggaji beberapa penggembalanya.
Selang berapa lama kemudian, orang yang haknya dahulu tidak saya berikan datang kepada saya
dan berkata; 'Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah berbuat zhalim terhadap hak orang lain!
' Lalu saya berkata kepada orang tersebut;
'Pergilah ke beberapa ekor sapi beserta para penggembalanya itu
dan ambillah semuanya untukmu! ' Orang tersebut menjawab;
'Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu mengolok-olok saya!
' Kemudian saya katakan lagi kepadanya; 'Sungguh saya tidak bermaksud mengolok-olokmu.
Oleh karena itu, ambillah semua sapi itu beserta para pengggembalanya untukmu! '
Akhirnya orang tersebut memahaminya dan membawa pergi semua sapi itu.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa apa yang telah saya lakukan
dahulu adalah hanya untuk mencari ridla-Mu.
Oleh karena itu, bukalah bagian pintu goa yang belum terbuka! '
Akhirnya Allah pun membukakan sisanya untuk mereka."  

 Riwayat Bukhari
 
 
  Asal
Hak cipta Muhammad Khairi. 2006