AL HADITH
الحديث

Web Himpunan Hadith-hadith Sahih
Matan dan Terjemahan Bahasa Melayu
Oleh : Muhammad Khairi

 

 
BAB DOSA
 
Bab dosa-dosa besar
 
 
عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فِى الْكَبَائِرِ قَالَ الْشِّرْكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الوَالِدَيْنِ
وَقَتْلُ النَّفْسِ وَقَولُ الزُّوْرِ
Dari Anas r.a. katanya :
"Bersabda Rasulullah s.a.w. tentang dosa-dosa yang besar katanya :
"Menyekutukan Allah, durhaka kepada ibu bapa
membunuh orang dan berkata dusta".
Hadis sahih riwayat Muslim
 
 
Bab Tujuh dosa besar
 
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:  اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ.
قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ، وَالسِّحْرُ،
وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِ بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ،
وَأَكْلُ الرِّبَا، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ،وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِ تَالِ الْمُؤْمِنَاتِ 
Dari Abu Hurairah r.a. katanya :
"Bersabda Rasulullah s.a.w. :
"Jauhi olehmu tujuh perkaran yang mencelakakan !"
Tanya orang kepada beliau : "Apa itu?" Jawab beliau : "Menyekutukan Allah,
mensihir atau percaya kepadanya, membunuh jiwa yang dilarang Allah
kecuali dengan jalan yang benar,
makan harta anak yatim, memakan riba, mundur dari medan pertempuran
dan menuduh zina kepada wanita-wanita mu'min yang memelihara kehormatannya."
Hadis sahih riwayat Muslim
 
 
Bab balasan meminum arak
 
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata :
 Ada seorang laki-laki yang minum minuman keras (khamr) dibawa di hadapan Nabi s.a.w.,
 maka beliau bersabda: Kalian pukullah dia.
Abu Hurairah berkata, Di antara kami ada yang memukul dengan tangannya,
 ada yang memukul dengan sandalnya, dan ada yang memukul dengan pakaiannya.
Ketika orang itu akan kembali, sebagian orang berkata kepadanya.
 Mudah-mudahan Allah menghinakanmu.
Rasulullah s.a.w bersabda: Jangan kalian berkata yang demikian itu,
jangan kamu membantu perbuatan syaitan
(syaitan akan senang jika Allah menghinakan hambanya karena memang itu pekerjaan syaitan)
Riwayat Bukhari
 
 
Bab orang yang mencanangkan dosanya
عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ
يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُولُ كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا
ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ
فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ
وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. ia berkata :
 Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
Seluruh umatku akan diampuni dosa-dosa kecuali
orang-orang yang terang-terangan (berbuat dosa)
. Di antara orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa
adalah seseorang yang pada waktu malam berbuat dosa,
 kemudian di waktu pagi ia menceritakan kepada manusia
 dosa yang dia lakukan semalam, padahal Allah telah menutupi aibnya.
 Ia berkata, Wahai fulan, semalam aku berbuat ini dan itu.
 Sebenarnya pada waktu malam Tuhannya telah menutupi perbuatannya itu,
 tetapi justru pagi harinya ia membuka aibnya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah.
Muttafaq alaih
Riwayat Bukhari dan Muslim
 
 
Bab tertutup aib di akhirat
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" لاَ يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ " .  
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. Nabi s.a.w. bersabda:
 Seorang hamba tidak menutupi aib hamba yang lain di dunia
 kecuali Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.
Hadis sahih riwayat Muslim
 
Bab Dosa lalu dihadapan orang yang sedang solat

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ ، قَالَ : أَخْبَرَنَا مَالِكٌ ،
عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ ، عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ ،
أَنَّ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ أَرْسَلَهُ إِلَى أَبِي جُهَيْمٍ يَسْأَلُهُ ،
مَاذَا سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَارِّ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّي ؟ فَقَالَ
أَبُو جُهَيْمٍ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
: " لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ ،
لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ " ،
قَالَ أَبُو النَّضْرِ : لَا أَدْرِي ، أَقَالَ أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ شَهْرًا أَوْ سَنَةً
Busr bin Abi Sa'id mengatakan bahwa Zaid bin Khalid menyuruhnya menemui Abu Juhaim.
Ia perlu menanyakan kepadanya, apa yang pernah ia dengar dari Rasulullah s.a.w. 
mengenai orang yang berjalan di depan orang yang sedang mengerjakan solat.
Kemudian Abu Juhaim berkata, "Rasulullah bersabda, 'Seandainya orang yang lewat di muka
orang yang sedang shalat itu mengetahui dosa yang dibebankan kepadanya,
niscaya ia berdiri empat puluh lebih baik daripada ia lewat di depannya.

"' Abu Nadhar (perawi) berkata, "Saya tidak mengetahui, apakah beliau bersabda empat puluh hari,
atau empat puluh bulan, atau empat puluh tahun."

Riwayat Bukhari
 
 Asal
Hak cipta © Muhammad Khairi. 2007