AL HADITH
الحديث

Web Himpunan Hadith-hadith Sahih
Matan dan Terjemahan Bahasa Melayu
Oleh : Muhammad Khairi

 

 
 
Bab masjid semakin indah tanda kiamat
وَعَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم
قَالَ لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَا هَى النَّاسُ فِى الْمَسَاجِدِ
Dari Anas r.a. , sesungguhnya Nabi s.a.w. telah bersabda
"Tidak akan terjadi kiamat, sehingga manusia pada
perlebih-lebihan dalam (membangun) masjid".
Hadis riwayat Imam yang lima kecuali Termizi
 
 
Bab mewangikan masjid
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَمَرَرَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم
بِبِنَاءِ الْمَسَاجِدِ فِى الدُّورِ وَاَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ
Dan dari Aisyah r.a. , ia berkata :
"Rasulullah s.a.w. pernah menyuruh mendirikan masjid dikampung
dan supaya dibersihkan dan diberi harum-haruman
Hadis riwayat Imam yang lima kecuali Nasai
 
 
Bab berbaring di masjid
وَعَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيْمٍ عَنْ عَمِّهِ أَنَّهُ رَأىَ
رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم
مُسْتَلْقِيًا فِى الْمَسْجِدِ وَاضِعًا إِحْدَى
رِجْلَيْهِ عَلَى الأخْرى
Dan dari 'Abbad bin Tamin, dari pamannya,
sesungguhnya dia pernah melihat Rasulullah s.a.w.
berbaring di masjid sambil meletakkan salah satu kakinya pada yang lain
Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim dan Ahmad
 
Bab Allah suka masjid 
 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah s.a.w bersabda:
“Bagian negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya,
dan bagian negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.”
Riwayat Muslim
 
Bab Membangunkan Masjid
عَنْ عُثْمَانِ بْنَ عَفَّانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُولُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
Dari Utsman bin Affan ra dia berkata; Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsiapa yang membangun masjid ikhlas karena Allah
maka Allah akan membangunkan baginya yang serupa dengannya di surga.”
Riwayat Muslim
 
Bab dilarang mendirikan masjid di atas tanah kubur
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ ذَكَرَتَا كَنِيسَةً رَأَيْنَهَا بِالْحَبَشَةِ فِيهَا
تَصَاوِيرُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِنَّ أُولَئِكِ إِذَا كَانَ فِيهِمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَمَاتَ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا
وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكِ الصُّوَرَ أُولَئِكِ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari ‘Aisyah r.a. bahwa Ummu Habibah dan Ummu Salamah menceritakan
kepada Rasulullah s.a.w. mengenai sebuah gereja yang mereka lihat di negeri Habasyah,
di dalam gereja itu terdapat gambar-gambar.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya mereka itu apabila di antara mereka terdapat
orang yang soleh yang meninggal maka mereka pun membangun
di atas kuburnya sebuah masjid/tempat ibadah dan mereka
memasang di dalamnya gambar-gambar untuk mengenang orang-orang soleh tersebut.
Mereka itu adalah makhluk yang paling buruk di sisi Allah pada hari kiamat kelak.” 
Riwayat Muslim
 
Bab Larangan menjadikan kubur orang soleh tempat ibadat
 
عَنْ جُنْدَبِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ بِخَمْسٍ وَهُوَ
يَقُولُ إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَكُونَ لِي مِنْكُمْ خَلِيلٌ
فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ اتَّخَذَنِي خَلِيلًا كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا أَلَا
وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ
أَلَا فَلَا تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ
Dari Jundab r.a., dia berkata; Aku mendengar Nabi s.a.w. bersabda
lima hari sebelum beliau meninggal:
“Sesungguhnya aku berlepas diri kepada Allah bahwa
aku tidak akan menjadikan seorang pun dari kalian sebagai kekasihku,
karena sesungguhnya Allah ta’ala telah menjadikan aku sebagai kekasih-Nya
sebagaimana Dia telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya.
Kalau seandainya ku diijinkan untuk mengangkat seorang kekasih dari kalangan umatku,
maka niscaya akan aku jadikan Abu Bakar sebagai kekasih.
Ingatlah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian
biasa menjadikan kubur para nabi dan orang-orang soleh
di antara mereka sebagai tempat ibadah,
sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal semacam itu.” 
Riwayat Muslim
 
Asal
 
Hak Cipta © Muhammad Khairi. 2006
 
 
 
<br />